Cara Memasak Steak

steak untuk seluruh keluarga

Cara Memasak Steak

Sebenernya ini bermula dari nyasarnya saya dan suami ke demo masak yang akan saya hadiri bersama temen-temen komunitas masak, saya salah lihat jadwal. Acara demo masak yang ingin saya hadiri itu di Farmer’s market tangerang ehhh saya malah datengnya ke farmer’s market Kelapa Gading. Baru ngeh ketika sudah duduk anteng disitu, lho kok teman-teman yang hadir oma-oma Chinese semua..temen-temen saya yang katanya sudah di TKP pada kemana…? Saya lihat-lihat lagi dengan seksama OH MY GOD salah baca…ternyata demo masak yg di FM Kelapa Gading itu adalah jadwal minggu lalu. Dan minggu ini di Tangerang. Hiks Lemeslah saya, mana sudah membatalkan janji untuk ikut kelas bikin roti juga karena jalanan macetttt banget. Merasa ga enak kalau hadir ke suatu kelas lalu datang terlambat, ga enak sama member lain karena takut mengganggu kekhusyukan acara demo yang sedang berlangsung dan ga enak juga ketinggalan materi. Akhirnya ya itu dia kami menuju Farmer’s Market Kelapa Gading.

Sampai di FM kelapa Gading pun kami menunggu cukup lama karena chef yang dinanti tak kunjung datang ketika sudah memutuskan mau jalan-jalan di Mall ajah, datanglah chef muda yang rupawan dannnn menu yang akan disampaikan ternyata tentang Steak !!!. Akhirnya ga jadi pulang? Kenapaaaa??? Karena suami karnivor banget, gemar makan steak, hampir semua resto steak pernah di cobain mulai dari yang abal-abal sampe yang enak bangeeet dan frekuensi makannya bisa sebulan lebih dari empat kali…hadeuuh bisa kebayangkan berapa pemborosan biaya yang dikeluarkan untuk makan steak???. Well saya ga mau ngomongin soal harga, soalnya mahal murah itu relative dan sebanding dengan yang kita dapatkan. Mau makan steak yang enak? Biasanya kisaran harga diatas 100ribu. yang enak banget? Diatas 150 ribu dan sekali ke resto steak biasanya kami mengajak serta orang tua kami…heheh tinggal dikalikan ajah 5x 200.000an itu Cuma makan belum minumnya..hihhi. Nah kalo bisa masak sendiri??? Wah itu penghematan namanya….hahahah

Saya disini Cuma mau bagi tips dalam memasaknya ya sesuai yang diajarkan chef itu (lupa nama chefnya, yang pasti ganteng) Well ini dia :

Tips memasak steak :
1. Daging steak tidak boleh frozen/setengah beku,ketika mau dipakai harus di thawing dulu, habis dr freezer turunin ke kulkas pintu bawah minimal 5 jam atau ketika daging lentur bisa dipakai.
2.lumuri daging dgn sea salt bukan table sallt ya…
3. panaskan teflon hingga berasap baru tuang sedikit minyak. Pakai minyak biasa aja kaya bimoli. Tidak direkomendasikan menggunakan butter/olive oil, karena titik heat butter/olive oil itu maksimal sampe 70drjt, lebih dr itu bisa merusak jantung. Sdgkan untuk memasak steak perlu panas 80dercel.
4. Memasak steak perlu alat sakti yang namanya Cooking Thermometer, bisa pakai yang ditusuk ke daging atau pakai thermo yang ditembakkan ke pan, kecuali chef yang sudah berpengalaman selama 20 tahun di resto steak biasanya feelingnya sudah kuat akan tingkat kematangan steak
5. Untuk mendapatkan tingkat kematangan Rare di suhu 55dercel. Medium60 dercel, Well done 70 dercel, kurang dr itu takut kena bakteri salmonella.
Nah menentukan juicy atau tidak dr situ, kalau dimasak rare/medium masih juicy, kalau sudah tdk juicy artinya overcooked
6. Setelah teflon panas berasap, tuang minyak, letakkan daging ke atas pan secara perlahan, akan bunyi ceesssssss.. lalu dibalik setiap 15 detik. Nah tinggal tusuk pake cooking thermo kalau sudah 55dercel boleh diangkat.
7. Setelah dimasak,harus ada resting time (waktu tunggu steak) taruh di piring biasa bukan piring saji selama 10-15 menit. Karena biasanya steak akan berminyak atau keluar kaya kolam renang gitu. Genangan minyak.
Disaat resting time steak, kita bisa mengolah sayuran, goreng kentang dan bikin sausnya.

Tapiiii kalau memasak setaknya sudah enakkk biasanya kita tidak akan tertarik untuk colek-colek ke sausnya… 
Chef rupawan itu bilang Resto steak yang enak biasanya tidak akan menumpahkan saus di atas daging steaknya karena dia sudah PD (Percaya Diri dengan rasa yang dia ciptakan) biasanya sausnya di taruh di tempat terpisah (mangkuk/cawan kecil).
Well bener aja..contohnyaaaa Hollyco*
Kalau sudah bisa memasak steaknya dengan baik tinggal cari dan eksperiment untuk sausnya bisa saus putih, bisa barbeque, bisa lada hitam semua dikembalikan ke selera masing-masing.

Ada seorang sous chef (adek kelasku di kampus) dia kerja di salah satu hotel ngasih tau cara buat demiglace untuk Steak. Itu lho yang warnanya coklat mungkin sering dibilang sebagai brown sauce. Ku kutip aja ya komentarnya beliau waktu aku posting steak di FBku. Begini katanya :

“Bikin sauce demiglace dlu mbak…bikin mirpoanya dulu pake tulang sapi juga di dasting tepung..lalu di roast di oven sampe brown..sama mirpoanya..kalo udh..bikin kaldunya…saute tomato paste…sampe brown…lalu masukan air buat kaldu..lalu masukin tulang sapi dan mirpoa yg di roast td…shimer api kecil jangan sampe mendidih…kurleb 8jam sampe air surut dan mengental…itu jadinya demiglace mbak”.

“Aslinya tambahin red wine dikit…karna haram buat islam..gak pake juga gpp…hehehe”

Nahh..buat yang ga mau ribeeett untuk saucenya bisa beli demiglace instant merk Knorr di lottemart biasanya ada. Sepupuku yang kerja di resto steak di sarinah juga pernah kasih tau bisa pake itu. Tinggal tambah irisan jamur hmmm udah mirip seperti yang di resto-resto itu. Aku sih blm pernah beli demiglace nya karena lumayan mihil dan suami ga mau keluarin budget lebih buat beli demiglace karena kata beliau steaknya udah enak tanpa saus -__-“. Selain itu bisa coba berbagai macam saus-saus botolan yang ready di supermarket.

Kalo aku, suatu hari aku masih yakin bisa bikin saus sendiri…  belum punya waktu ajah buat bikin… (ngelessss padahal karena budget buat bikin sausnya mahalll..hahaha)

oia aku pernah nonton masterchef australia, salah seorang chef menunjukkan demo masak steak yang simple juga ditambahi rosemary diatasnya. hmm silahkan browsing di youtube ya…atau next time aku coba carikan. berhubung lagi agak pilek, gak bisa masuk dapur dan harus tidur cepat maka aku sudahi dulu.

semoga bermanfaat dan Ayo Memasak…Memasak itu bisa dipelajari 🙂

di foto ini steaknya tampak kering karena aku lap dengan paper towel..hahahah ga boleh ya jangan diikuti...ya namanya juga sirloin pasti berminyak :)

Advertisements

beautybees

Mengambil filosofi lebah. Tekun mencari madu dan mengumpulkannya di sarang. Ia tdk bekerja untuk diri sendiri saja tetapi juga koloninya. Walaupun kalau lihat lebah saya takut disengat, saya menganggap lebah itu cantik. So that's why I named it beautybees. Suka dengan sesuatu yang cantik, sexy dan Indah, saya hanya akan mengisi blog ini dengan hal-hal tersebut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s